Jumat, 23 Maret 2012

Jalan-jalan ke Pondok Madani dengan Ahmad Fuadi

Ternyata kekuatan buku untuk merubah, menginspirasi orang lain itu sangat kuat, atau karna faktor publikasi yang lumayan ada dimana-mana yg bikin penasaran. Kalo ga ikut baca dikira ga tren' tapi apapun alasan membaca buku ya... lumayan banyak membantu otak bekerja lebih aktif dari biasanya.

Setelah membaca buku "Negri 5 Menara" lumayan bikin semangat dan sedikit tau gambaran tentang kehidupan pesantren. Buku yang bercerita tentang Alif, Baso, Raja, Said, Dulmajid dan Atang ini banyak kosakata2 bahasa arab yg jarang kita mengerti. Kalau masih bahasa inggris paling nggak kita sedikit tau dan klo nggak tau bisa buka kamus bahasa inggris. Tapi kosa kata bahasa arab, mau buka kamus nggak punya.

Alasan semangat baca buku "Negri 5 Menara" pengennya salah satu anakku ada yang bisa masuk pesantren, atau pengennya salah satu anakku ada yg bisa seperti Ahmad Fuadi yang bisa dapet beasiswa keluar negeri gratis. Mudah-mudahan keinginan-keinginan ini dapat terwujud, seperti halnya cita-cita para saibul menara ini ketika mereka memandang awan yang berbentuk negara-negara di 5 benua di dunia. Dibantu dengan tekat  "Man Jadda Wajada"nya walaupun kata alif dewasa itu saja tidak cukup, harus ditabah lagi dengan mantera "Man Shabara Zhafira" (siapa yang sabar akan beruntung).

Ahmad Fuadi termasuk orang yang sukses membagi-bagikan semangat, pikirannya, pengalaman-pengalamannya dalam buku ini. Sukses membawa saya kedalam dunia dia, kedunia yang tidak pernah saya tau, merasakan bagaimana perasaan amak yang sedih ketika alif ingin pulang karna ingin ikut ujian masuk perguruan tinggi, merasakan tekat Baso  menghapal Al Quran demi orang tuannya yang sudah meninggal agar dapat masuk surga, merasakan semangat para saibul menara dan semua santri di Pondok Madani belajar untuk menyambut ujian seperti menyambut hari besar. Ini semua pengalam penulis yang dibagikan kepada saya, pengalaman positif.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar