Sabtu, 21 Desember 2013

KJP (kartu jakarta pintar), plus lipstik merona

Dapet cerita dari temen, setiap tiga bulan sekali dapet dana KJP sebesar  300.000. Dana tersebut ditransfer melalui bank DKI. Awalnya teman saya itu sebut saja Ibu Ratih senang mendapat dana tersebut karna dapat meringankan keuangannya. Pergilah Ibu Ratih ke pasar membeli perlengkapan sekolah anaknya, dengan uang 300.000 dia mendapatkan satu buah tas, sepasang sepatu dan kaos kaki, buku tulis dua lusin, tempat pinsil beserta isinya. 

Ternyata tidak cukup sampai disitu, belaja perlengkapan sekolah terus pulang. Beginilah urusan dengan birokrasi, semua ada pertanggungjawabannya, dalam bentuk selembar bon. Cukup mudah dan masuk akal, ada uang ada barang, ada bon, berjalan rianglah Ibu Ratih pulang kerumah.

Ternyata kenyataan yg menyenangkan buat Ibu Ratih tidak berhenti samapai disini, 3 bulan berikutnya dia mendapatkan dana KJP untuk kedua kalinnya. Berangkat dengan riang pula dia ke pasar, mondar-mandir dipasar, keluar masuk kios peralatan sekolah, tapi tanpa hasil. Kenapa? karna Ibu Ratih bingung apa lg yg harus dia beli untuk Doni anaknya, tas masih bagus, sepatu masih apik, tempat pisil dan isinya blom berkurang, hanya membeli sepasang seragam sekolah merah putih, karna seragam Doni sudah kekecilan. Sepasang seragam harga 80.000, uang KJP masih tersisa, 220.000.

Disinilah terjadi dilema buat Ibu Ratih, dalam dana KJP ini bila uang selisih harus dikembalikan kesekolah. Tapi Ibu Ratih merasa sayang, dengan kembalian 220.000 itu. Masa dikembalikan kesekolah, tapi dia tidak memerlukan kebutuhan Doni yg mendesak lagi. Alih-alih Ibu Ratih meminta bon kosong kepada kios tempat dia beli seragam tadi. Pasti fenomena meminta bon kosong di pasar lagi marak belakangan ini. 

Buat apa bon kosong itu?. Ibu Ratih kok malah malah kekios kosmetik, memilih-milih lispstik dan bedak, karna stok dirumah sudah habis. Dengan riang pulanglah Ibu Ratih ke rumah dengan angkot, dengan bibir merona tentunya, karna habis coba-coba lipstik warna terbaru yang dia beli tadi. 

Buat apa bon kosong tadi, ternyata jawabannya ada setelah Ibu Ratih sampai di rumah. Sibuk cari-cari ballpoint, kemudian sibuk menulis dikolom jenis barang sepatu, dasi, topi, kaos kaki 2 pasang, buku tulis 1 lusin dan pinsil. Tercatatlah dikolom jumlah total harga 220.000. Dengan senyum merekah plus bibir menornya Ibu Ratih membawa bon tersebuat ke sekolah Doni.



Selasa, 01 Januari 2013

Tahun Yang Lalu

    Terompet dan kembang api tlah redam bersama malam, berganti waktu yang akan terus berkejaran, tahun yang lalu berganti tanggal, hanya berganti.....
Matahari masih matahari yang sama, bulan pun masih bulan yang kadang sabit kadang terang, bintang pun masih berkedip enggan, hanya gerimis yang menambah suasana menjadi sendu.....
    Tahun yang lalu masih hari yang sama dengan kalender yang berbeda, kalender lalu  bergambar nikita willy, tahun ini kalenderku berganti gambar nikita mirza, mungkin tahun ini tahun buat dia. Dan aku pun berharap tahun ini bukan cuma buat nikita mirza, tapi buat aku juga.... Semoga dia mau berbagi keberuntungan denganku walau aku tidak bertato.....
   Tahun yang lalu, hanya berganti kalender.... hari akan terus berkejaran...

Kamis, 19 April 2012

Soal rasa nggak penting, sensasinya yang penting

kue balok
Dateng kesuatu daerah senengnya cari-cari yang nggak ada di Jakarta atau hal aneh yang bisa diceritaiin kebanyak orang, klo hal yang biasa mungkin orang lain sudah tau dan nggak tertarik lagi baca atau dengerun cerita-cerita ku. salah satunya kue balok dari daerah parongpong, soreang, jawa barat ini.  
Bentuknya persegi panjang, klo rasanya biasa aja. Tapi klo makannya bareng minum teh manis panas dengan udara dinginnya parongpong yang berada didasar kaki gunung kok rasanya jadi luar biasa ya. Berarti terpecahkankan soal enak atau nggak enak makanan tergantung suasana, cuaca, siapa yg ada disamping kita, angin yang berhembus bukan sekedar rasa dari makanan tersebut. ini yang disebut sensasi ketika makan sesuatu.
Dan senengnya lagi ibu pemilik toko kue ini dengan seneng hati menjawab, pertannyaan-pertannyaan ku, hmmm terpecahkan lagi, klo jualan ternyata harus ramah dan sabar ngejawab apa aja yang ditanya pembeli, apalagi klo pembelinya cerewet dan soakrab. Dan tempatnya berjualan kue balok ini diluar rapih, bersih, nyaman. Tapi yang ada justru panas, gelap dan debu dari oven plus asap dimana-mana. Sekali lagi bukan soal rasa apa yang kita makan, tapi ketika makan sesuatu itu seluruh indra kita terstimulasi baik dari mata, lidah, kulit, hidung dan tangan yang akhirnya terrekam dalam otak, hmmm jadi sesuatu yang tidak terlupakan.
Oven model ini cara kerjannya sama dengan oven-oven yang ada sekarang. Ada Api bawah berupa bara api, dan api atas berupa kaleng persegi yang di taruh diatas kue setelah adonan kue dituang kedalam loyang kotak persegi panjang.
oven antik

Jumat, 23 Maret 2012

Jalan-jalan ke Pondok Madani dengan Ahmad Fuadi

Ternyata kekuatan buku untuk merubah, menginspirasi orang lain itu sangat kuat, atau karna faktor publikasi yang lumayan ada dimana-mana yg bikin penasaran. Kalo ga ikut baca dikira ga tren' tapi apapun alasan membaca buku ya... lumayan banyak membantu otak bekerja lebih aktif dari biasanya.

Setelah membaca buku "Negri 5 Menara" lumayan bikin semangat dan sedikit tau gambaran tentang kehidupan pesantren. Buku yang bercerita tentang Alif, Baso, Raja, Said, Dulmajid dan Atang ini banyak kosakata2 bahasa arab yg jarang kita mengerti. Kalau masih bahasa inggris paling nggak kita sedikit tau dan klo nggak tau bisa buka kamus bahasa inggris. Tapi kosa kata bahasa arab, mau buka kamus nggak punya.

Alasan semangat baca buku "Negri 5 Menara" pengennya salah satu anakku ada yang bisa masuk pesantren, atau pengennya salah satu anakku ada yg bisa seperti Ahmad Fuadi yang bisa dapet beasiswa keluar negeri gratis. Mudah-mudahan keinginan-keinginan ini dapat terwujud, seperti halnya cita-cita para saibul menara ini ketika mereka memandang awan yang berbentuk negara-negara di 5 benua di dunia. Dibantu dengan tekat  "Man Jadda Wajada"nya walaupun kata alif dewasa itu saja tidak cukup, harus ditabah lagi dengan mantera "Man Shabara Zhafira" (siapa yang sabar akan beruntung).

Ahmad Fuadi termasuk orang yang sukses membagi-bagikan semangat, pikirannya, pengalaman-pengalamannya dalam buku ini. Sukses membawa saya kedalam dunia dia, kedunia yang tidak pernah saya tau, merasakan bagaimana perasaan amak yang sedih ketika alif ingin pulang karna ingin ikut ujian masuk perguruan tinggi, merasakan tekat Baso  menghapal Al Quran demi orang tuannya yang sudah meninggal agar dapat masuk surga, merasakan semangat para saibul menara dan semua santri di Pondok Madani belajar untuk menyambut ujian seperti menyambut hari besar. Ini semua pengalam penulis yang dibagikan kepada saya, pengalaman positif.




Senin, 13 Februari 2012

Manis Cookies

Mau buat judul atau nama produk/toko mikir bolak balik nggak ketemu jg, bingung dan terlalu banyak pertimbangan. Maunya Manis Cookies, enak didenger dan mudah pengucapannya.... tp saya tinggalnya dipinggiran kota jakarta/perbatasan Jakarta Bekasi.... lah kepasar aja sudah beda daerah.      
Yg saya kwatirkan nama bagus seperti Manis Cookies (dibaca manis kukis), dibaca warga setempat yg masih dominan betawi asli dan kurang paham bahasa inggris dibaca manis cokis lagi, lah kesalah pahaman ini klo berlanjut dari hari demi hari, bulan demi bulan bisa merusak nama produk ini... Lebih pada pencintraan yg kurang maksimal. 
Mau dikasih nama sendiri, nanti dikira narsis. Hmm yg lebih parah ada ide "gimana klo namanya sus rambutan" berhubung disebelah ada pohon rambutan....lah klo suatu hari pohon ini dipotong/ditebang jd nggak eksis lg dong produk ini. Pengennya sih nama yg mudah diucapkan semua kalangan dan eksis sepanjang waktu.. Apa ya???? Bingung sendiri, kadang bingung berdua... Tiba2 anakku dateng yg habis main game angry bird, "bu bagaimana kalau sus angry bird aja namanya...."



Selasa, 07 Februari 2012

Hilangkan Kata Andai DLm Kamus Bahasa Indonesia

 Andai.......Bila kata2 kata ini nggak pernah ada dalam kamus Bahasa Indonesia, mungkin nggak bakalan ada dilema, nggak jg bakalam muncul kata2 galau.....


Jumat, 03 Februari 2012

Versi prancisnya Choux Pastry

Choux pastry (kue sus)
Kue Sus
Kue sus ini sempat menjadi primadona selama beberapa tahun belakangan di daerah sekitar rumah, tapi akhirnya pemesan mulai berkurang dan kembali kepada sus asal alias sus yg tidak diberi coklat atau sus polos....
tapi sus tetep menjadi kue yg paling di cari, karna  paduan kulit yg gurih  dan vla yg manis hmmmm....